This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 30 Mei 2013

Kekufuran Syi'ah Terhadap al-Qur'an

                                                  اسلام عليكم ورحمة الله وبركته



     Saudara-saudara Muslim sekalian..!!
Kita semua tahu tentang adanya golongan syi'ah, dan perkembangannya begitu pesat dimana saja, kali ini kita akan membahas tentang "kufurnya syi'ah terhadap Al-qur'an".

   Al-qur'an adalah kitab suci kaum muslimin dan rujukan pertama dalam memahami Islam. Keimanan kepada Al-qur'an merupakan salah satu dari rukun Iman yang enam, bagi kita Ahlus Sunnah Waljama'ah menyakini seyakin-yakinnya bahwa Al-qur'an merupakan kalamullah yang terpelihara dari perubahan, penambahan ataupun pengurangan walaupun satu huruf. Karena, ALLAH telah berfirman:  


 انا نحن نزلنا الذكر وانا له لحفظون 

 "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya." (QS. al-Hijr :9)

 Ayat ini adalah bukti jaminan dari ALLAH sendiri, bahwa kitab suci-Nya tidak akan terjadi pengurangan, penambahan atau perubahan. Sebab ALLAH sendiri yang akan menjaganya.

     ALLAH juga berfirman: 

وانه لكتب عزيز. لا يأتيه البطل من بين يديه ولا من خلفه تنزيل من حكيم حميد

"Dan sesungguhnya al-Qur'an itu kitab yang mulia. Yang tidak datang padanya kebatilan, baik dari depan maupun dari belakang, yang diturunkan daripada Robb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji." (QS. Fushshilat: 41-42)

     ALLAH telah menegaskan bahwa kitab suci-Nya, al-Qur'an ini diturunkan dengan persaksian dan keilmuan ALLAH. Maka tidak mungkin jika al-Qur'an yang telah disaksikan oleh ALLAH akan kebenarannya itu ternyata mengalami perubahan. Firman ALLAH: 

لكن الله يشهد بما أنزل اليك انزله بعلمه والملئكة يشهدون وكفى بالله شهيدا

"Akan tetapi ALLAH bersaksi atas apa yang Dia turunkan kepadamu (yaitu al-Qur'an). ALLAH telah menurunkannya dengan ilmu-Nya; dan para malaikat pun menjadi saksi (pula). Dan cukuplah ALLAH sebagai saksi (QS. an-Nisa': 166)

    Tentang keaslian otentisitas al-Qur'an ini, kaum muslimin sejak dari zaman Nabi S.A.W hingga kini telah berijtima' (bersepakat bulat/satu kata) bahwa al-Qur'an yang ada di tengah-tengah umat ini adalah al-Qur'an yang asli sebagaimana diturunkan ALLAH kepada Rasul-Nya. Tidak mengalami penambahan, pengurangan ataupun perubahan. Tidak ada berselisih ijma' ini kecuali syi'ah. Oleh karena itu, ketika Imam Ibnu Hazm r.a berdebat dengan pendeta kristen tentang teks-teks kitab Injil mereka, beliau membuktikan bahwa teks-teks tersebut telah mengalami perubahan, bahkan asalnya pun telah hilang. Para pendeta itu menjawab bahwa orang-orang Syi'ah pun juga menyatakan bahwa teks-teks al-Qur'an telah mengalami perubahan. Maka Ibnu Hazm r.a menjawab bahwa klaim Syi'ah tersebut tidak dapat menjadi hujjah bagi kaum Muslimin, karena orang-orang Syi'ah tidaklah termasuk bagian dari kaum Muslimin.  

    Para ulama juga telah ber-ijma' bahwa barang siapa yang menyakini adanya perubahan dalam al-Qur'an sepeninggal Rasulullah, maka ia telah kafir. Menurut Ibnu Taimiyah dalam kitab ash-Shaarim al-Masluul, Barang siapa mengklaim bahwa al-Qur'an telah dikurangi sebagian ayat-ayatnya, atau disembunyikan... maka tidak ada perselisihan lagi tentang kekafirannya!

    Imam Ibnu Hazm r.a juga berkata, "Barang siapa berpendapat bahwa al-Qur'an telah dikurangi satu huruf setelah wafatnya Rasulullah, atau ditambah satu huruf, atau dirubah satu huruf... maka ia telah kafir dan keluar dari agama Islam, karena hal itu berarti menyelisihi kalamullah, sunnah Rasulullah, dan ijma' kaum Muslimin.
Share:

Selasa, 28 Mei 2013

Tatacara Berdo'a

                                          اسلام عليكم ورحمة الله وبركته
                                                               

                                                                                  

    Selamat malam para muslimin dan muslimah...!!
Seperti yang kita ketahui. Berdo'a bagi kita orang muslim merupakan senjata yang paling ampuh dan berkesan, walaupun itu senjata kita namun ada undang-undangnya juga dalam menggunakan do'a, semua aktivitas kita selaku hamba ALLAH mestilah menggunakan undang-undang.
   Baiklah!  disini saya akan menjelaskan sepuluh ETIKA BERDO'A atau dengan kata lain, "undang-undang berdo'a. Insya ALLAH dengan adanya etika ketika berdo'a, do'a kita akan maqbul, Amiin..!!

Sepuluh etika berdo'a!

Pertama: 
    Memilih waktu-waktu yang mulia untuk berdo'a, seperti hari arafah di antara hari-hari dalam setahun, bulan Ramadhan di antara bulan-bulan yang lain, hari juma'at kalau dalam satu minggu, waktu sahur di antara jam-jam di malam hari, sesuai dengan firman ALLAH, yang bermaksud "Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah) (QS adz-Dzariyat: 18)"

Kedua: 
   Mengambil kesempatan yang mulia, seperti: ketika bergeraknya barisan pada perang di jalan ALLAH, ketika turunnya hujan lebat, ketika solat fardhu, sehabis solat, waktu diantara azan-iqamah, ketika sujud.

Ketiga:
   Menghadap kiblat dan mengangkat kedua telapak tangan, lalu mengusap kedua telapak tangan ke wajah di akhir do'a, seperti yang tersebut dalam satu hadist
"Umar r.a berkata: "Rasulullah, apabila menghulurkan kedua telapak tangannya dalam berdo'a, tidak menariknya kembali sebelum mengusap wajah dengan kedua telapak tangannya itu"

Keempat:
   Merendahkan suara, antara berbisik & jahr (nyaring). sesuai dengan firman ALLAH
"Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam solat mu & janganlah pula merendahkannya" A'isyah r.a berkata, "Maksudnya, dalam do'amu."
Firman ALLAH: "Berdo'alah kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lembut (QS al-Isra': 55)

Kelima:
   Tidak membebani diri dengan ucapan yang bersajak dalam do'a.

Keenam:
   Penuh sifat rendah diri, khusyu', penuh harap & cemas dalam hati.
Firman ALLAH,  "Berdo'alah kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lembut"

Ketujuh: 
   Memantapkan do'a, maksudnya diantara mahkraj-mahkraj do'a mestilah betul, merasa yakin akan diterima oleh ALLAH dan juga benar-benar menggantungkan harapan kepada ALLAH.
Rasulullah bersabda: "Jangan sampai salah seorang di antara kalian berucap ketika berdo'a: Ya ALLAH, ampunilah dosaku jika Engkau kehendaki, ya ALLAH, kasihanilah aku jika Engkau kehendaki. Tetapi, hendaklah ia memantapkan permohonan. Sungguh, memantapkan doa bukan hal yang dibenci."
 Dalam hadist lain, "Apabila salah seorang diantara kalian berdo'a, hendaklah ia memperbesar harapan, sungguh, tidak ada sesuatu pun yang lebih besar dari ALLAH Ta'ala."    Dan Beliau bersabda: "Berdo'alah kepada ALLAH dengan keyakinan mendapat pengabulan. Dan ketahuilah bahwa ALLAH tidak menerima do'a dari hati yang lalai dan lengah."

Kelapan: 
    Terus menerus dan mengulang do'a tiga kali, dan jangan berharap do'a nya akan lambat dikabulkan,

Kesembilan: 
   Mengawali do'a dengan zikir dan pujian kepada-Nya, jangan langsung dengan permintaan tanpa memuji ALLAH, lalu membaca salawat kepada Nabi S.A.W, dan menutup do'anya juga dengan zikir dan salawat.

 Kesepulah:
   Ini adalah etika batin yang merupakan inti dalam pengabulan do'a, yaitu: taubat, menebus segala kezaliman, dan menghadapkan diri kepada ALLAH secara penuh. sebetulnya, yang kesepuluh ini boleh menjadi sebab terdekat dalam pengabulan do'a


                                                            والله أعلم 
 
Share:

Jumat, 24 Mei 2013

Do'a

                                                         اسلام عليكم ورحمة الله وبركته
                                                     

   Do'a merupakan salah satu pintu pelapang yang paling besar, sekaligus merupakan kunci hajat, tempat bergantung bagi orang-orang yang mempunyai keperluan, tempat pelindung bagi orang-orang yang terdesak, dan juga tempat bernafas lega bagi orang-orang yang memiliki keinginan.

Sungguh ALLAH S.W.T telah menyuruh manusia untuk berdo'a, orang yang malas berdo'a adalah orang yang sombong terhadap ALLAH, do'a atau kata lain adalah permintaan, tapi beda antara kita meminta kepada orang lain dengan kepada ALLAH, meminta kepada orang lain kalau selalu kita minta akan membuat orang tersebut sakit hati, tapi jika kita meminta atau berdo'a kepada ALLAH, ALLAH sungguh sayang & suka kepada orang yang berdo'a tersebut,
ALLAH berfirman, yang maksudnya: "Berdo'alah kepada Tuhan-mu dengan rendah diri dan suara yang lembut" (QS al-A'raf:55)

Dan firman ALLAH lagi, yang bermaksud: "Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagi-mu." (QS Ghafir: 60).

Bahkan ALLAH telah mencela kaum yang meninggalkan do'a, ALLAH berfirman: "Dan sesungguhnya Kami telah pernah menimpakan azab kepada mereka, mereka tidak tunduk kepada Tuhan mereka, dan (juga) tidak memohon (kepada-Nya) dengan merendahkan diri" (QS al-Mu'minun:76)

Rasulullah SAW telah mengabarkan berita gembira bagi orang yang telah di beri inspirasi untuk berdo'a, bahwa ia termasuk orang yang dikasihi. Rasulullah bersabda, "Siapa diantara kalian yang untuknya dibukakan pintu do'a, niscaya dibukakan baginya pintu-pintu rahmat. ALLAH tidak diminta sesuatu--yakni, yang lebih disukai-Nya daripada diminta al-fiyah (kesehatan yang terbaik)." (HR at-Tirmizi & al-Hakim)

Sabda Rasulullah lagi, "Do'a adalah senjata orang mu'min, tiang agama, cahaya langit dan bumi." (HR al0Hakim [shahihal-isnad]).

Sabdanya lagi, "Janganlah kamu bersikap lemah dalam do'a, karena tidak seorang pun yang celaka bersama do'a." (HR Ibnu Hibban & al-Hakim).

Rasulullah juga bersabda, Sungguh, ALLAH Mahakasih lagi Mahamulia. Dia malu terhadap hamba-Nya yang menadahkan kedua tangan kepada-Nya tanpa Dia letakkan sesuatu kebaikan pun padanya." (HR al-Hakim [Shahih al-isnad]).
Share:

Definition List

Unordered List

Support