Kamis, 30 Mei 2013

Kekufuran Syi'ah Terhadap al-Qur'an

                                                  اسلام عليكم ورحمة الله وبركته



     Saudara-saudara Muslim sekalian..!!
Kita semua tahu tentang adanya golongan syi'ah, dan perkembangannya begitu pesat dimana saja, kali ini kita akan membahas tentang "kufurnya syi'ah terhadap Al-qur'an".

   Al-qur'an adalah kitab suci kaum muslimin dan rujukan pertama dalam memahami Islam. Keimanan kepada Al-qur'an merupakan salah satu dari rukun Iman yang enam, bagi kita Ahlus Sunnah Waljama'ah menyakini seyakin-yakinnya bahwa Al-qur'an merupakan kalamullah yang terpelihara dari perubahan, penambahan ataupun pengurangan walaupun satu huruf. Karena, ALLAH telah berfirman:  


 انا نحن نزلنا الذكر وانا له لحفظون 

 "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya." (QS. al-Hijr :9)

 Ayat ini adalah bukti jaminan dari ALLAH sendiri, bahwa kitab suci-Nya tidak akan terjadi pengurangan, penambahan atau perubahan. Sebab ALLAH sendiri yang akan menjaganya.

     ALLAH juga berfirman: 

وانه لكتب عزيز. لا يأتيه البطل من بين يديه ولا من خلفه تنزيل من حكيم حميد

"Dan sesungguhnya al-Qur'an itu kitab yang mulia. Yang tidak datang padanya kebatilan, baik dari depan maupun dari belakang, yang diturunkan daripada Robb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji." (QS. Fushshilat: 41-42)

     ALLAH telah menegaskan bahwa kitab suci-Nya, al-Qur'an ini diturunkan dengan persaksian dan keilmuan ALLAH. Maka tidak mungkin jika al-Qur'an yang telah disaksikan oleh ALLAH akan kebenarannya itu ternyata mengalami perubahan. Firman ALLAH: 

لكن الله يشهد بما أنزل اليك انزله بعلمه والملئكة يشهدون وكفى بالله شهيدا

"Akan tetapi ALLAH bersaksi atas apa yang Dia turunkan kepadamu (yaitu al-Qur'an). ALLAH telah menurunkannya dengan ilmu-Nya; dan para malaikat pun menjadi saksi (pula). Dan cukuplah ALLAH sebagai saksi (QS. an-Nisa': 166)

    Tentang keaslian otentisitas al-Qur'an ini, kaum muslimin sejak dari zaman Nabi S.A.W hingga kini telah berijtima' (bersepakat bulat/satu kata) bahwa al-Qur'an yang ada di tengah-tengah umat ini adalah al-Qur'an yang asli sebagaimana diturunkan ALLAH kepada Rasul-Nya. Tidak mengalami penambahan, pengurangan ataupun perubahan. Tidak ada berselisih ijma' ini kecuali syi'ah. Oleh karena itu, ketika Imam Ibnu Hazm r.a berdebat dengan pendeta kristen tentang teks-teks kitab Injil mereka, beliau membuktikan bahwa teks-teks tersebut telah mengalami perubahan, bahkan asalnya pun telah hilang. Para pendeta itu menjawab bahwa orang-orang Syi'ah pun juga menyatakan bahwa teks-teks al-Qur'an telah mengalami perubahan. Maka Ibnu Hazm r.a menjawab bahwa klaim Syi'ah tersebut tidak dapat menjadi hujjah bagi kaum Muslimin, karena orang-orang Syi'ah tidaklah termasuk bagian dari kaum Muslimin.  

    Para ulama juga telah ber-ijma' bahwa barang siapa yang menyakini adanya perubahan dalam al-Qur'an sepeninggal Rasulullah, maka ia telah kafir. Menurut Ibnu Taimiyah dalam kitab ash-Shaarim al-Masluul, Barang siapa mengklaim bahwa al-Qur'an telah dikurangi sebagian ayat-ayatnya, atau disembunyikan... maka tidak ada perselisihan lagi tentang kekafirannya!

    Imam Ibnu Hazm r.a juga berkata, "Barang siapa berpendapat bahwa al-Qur'an telah dikurangi satu huruf setelah wafatnya Rasulullah, atau ditambah satu huruf, atau dirubah satu huruf... maka ia telah kafir dan keluar dari agama Islam, karena hal itu berarti menyelisihi kalamullah, sunnah Rasulullah, dan ijma' kaum Muslimin.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

شكرا

Definition List

Unordered List

Support