Selamat malam para muslimin dan muslimah...!!
Seperti yang kita ketahui. Berdo'a bagi kita orang muslim merupakan senjata yang paling ampuh dan berkesan, walaupun itu senjata kita namun ada undang-undangnya juga dalam menggunakan do'a, semua aktivitas kita selaku hamba ALLAH mestilah menggunakan undang-undang.
Baiklah! disini saya akan menjelaskan sepuluh ETIKA BERDO'A atau dengan kata lain, "undang-undang berdo'a. Insya ALLAH dengan adanya etika ketika berdo'a, do'a kita akan maqbul, Amiin..!!
Sepuluh etika berdo'a!
Pertama:
Memilih waktu-waktu yang mulia untuk berdo'a, seperti hari arafah di antara hari-hari dalam setahun, bulan Ramadhan di antara bulan-bulan yang lain, hari juma'at kalau dalam satu minggu, waktu sahur di antara jam-jam di malam hari, sesuai dengan firman ALLAH, yang bermaksud "Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah) (QS adz-Dzariyat: 18)"
Kedua:
Mengambil kesempatan yang mulia, seperti: ketika bergeraknya barisan pada perang di jalan ALLAH, ketika turunnya hujan lebat, ketika solat fardhu, sehabis solat, waktu diantara azan-iqamah, ketika sujud.
Ketiga:
Menghadap kiblat dan mengangkat kedua telapak tangan, lalu mengusap kedua telapak tangan ke wajah di akhir do'a, seperti yang tersebut dalam satu hadist
"Umar r.a berkata: "Rasulullah, apabila menghulurkan kedua telapak tangannya dalam berdo'a, tidak menariknya kembali sebelum mengusap wajah dengan kedua telapak tangannya itu"
Keempat:
Merendahkan suara, antara berbisik & jahr (nyaring). sesuai dengan firman ALLAH
"Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam solat mu & janganlah pula merendahkannya" A'isyah r.a berkata, "Maksudnya, dalam do'amu."
Firman ALLAH: "Berdo'alah kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lembut (QS al-Isra': 55)
Kelima:
Tidak membebani diri dengan ucapan yang bersajak dalam do'a.
Keenam:
Penuh sifat rendah diri, khusyu', penuh harap & cemas dalam hati.
Firman ALLAH, "Berdo'alah kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lembut"
Ketujuh:
Memantapkan do'a, maksudnya diantara mahkraj-mahkraj do'a mestilah betul, merasa yakin akan diterima oleh ALLAH dan juga benar-benar menggantungkan harapan kepada ALLAH.
Rasulullah bersabda: "Jangan sampai salah seorang di antara kalian berucap ketika berdo'a: Ya ALLAH, ampunilah dosaku jika Engkau kehendaki, ya ALLAH, kasihanilah aku jika Engkau kehendaki. Tetapi, hendaklah ia memantapkan permohonan. Sungguh, memantapkan doa bukan hal yang dibenci."
Dalam hadist lain, "Apabila salah seorang diantara kalian berdo'a, hendaklah ia memperbesar harapan, sungguh, tidak ada sesuatu pun yang lebih besar dari ALLAH Ta'ala." Dan Beliau bersabda: "Berdo'alah kepada ALLAH dengan keyakinan mendapat pengabulan. Dan ketahuilah bahwa ALLAH tidak menerima do'a dari hati yang lalai dan lengah."
Kelapan:
Terus menerus dan mengulang do'a tiga kali, dan jangan berharap do'a nya akan lambat dikabulkan,
Kesembilan:
Mengawali do'a dengan zikir dan pujian kepada-Nya, jangan langsung dengan permintaan tanpa memuji ALLAH, lalu membaca salawat kepada Nabi S.A.W, dan menutup do'anya juga dengan zikir dan salawat.
Kesepulah:
Ini adalah etika batin yang merupakan inti dalam pengabulan do'a, yaitu: taubat, menebus segala kezaliman, dan menghadapkan diri kepada ALLAH secara penuh. sebetulnya, yang kesepuluh ini boleh menjadi sebab terdekat dalam pengabulan do'a
والله أعلم





0 komentar:
Posting Komentar
شكرا