This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 03 Juni 2013

Keyakinan Sesat Syi'ah Terhadap al-Qur'an

                                                                       


    Syi'ah berkeyakinan bahwa tidak ada yang mengumpulkan al-Qur'an dengan lengkap selain 'Ali bin Abi Thalib dan para imam sesudahnya. Ini artinya al-Qur'an yang beredar di kalangan kaum Muslimin tidak lengkap. Mereka menyakini bahwa al-Qur'an yang ada sekarang bukanlah al-Qur'an yang diturunkan oleh ALLAH kepada Nabi Muhammad S.A.W, ia telah dirubah dan dikurangi.

Mereka menyakini adanya mushaf (kitab suci) yang disebut Mushaf Fatimah. Mushaf ini adalah al-Qur'an yang asli (belum mengalami perubahan). al-Qur'an yang asli ini tiga kali lebih tebal daripada al-Qur'an yang berada ditangan kaum Muslimin saat ini, dan mushaf tersebut akan kembali hadir ke dunia dengan dibawa oleh Imam yang ke-12, yaitu Imam Mahdi. Al-kulaini (tokoh syi'ah terbesar pada zamannya) menyebutkan dalam kitabnya, Ushuul al-Kaafii, bab: 'yang mengumpulkan dan membukukan al-Qur'an hanyalah para Imam': ""Diriwayatkan dari Jabir bahwa ia berkata, 'Saya mendengar Abu ja'far berkata:

ما ادعى أحد من الناس أنه جمع القران كله كما أنزل الا كذاب وما جمعه وحفظه كما نزله الله تعالى 
الا علي بن أبي طالب (عليه السلام) والأئمة من بعده (عليه السلام

"Tidak ada orang yang mengaku telah mengumpulkan al-Qur'an seluruhnya sebagaimana yang diturunkan ALLAH kecuali seorang pendusta. Tidak ada yang mengumpulkannya dan menghafalnya sebagaimana yang diturunkan ALLAH melainkan 'Ali bin Abi Thalib dan para Imam sesudahnya"

Al-Kulaini juga meriwayatkan dalam Ushuul a-Kaafii bab al-Hujja, dari Abu Bashir dari Abu 'Abdillah ia berkata:

وان عندنا لمصحف فاطمة (عليه السلام) وما يدريهم ما مصحف فاطمة (عليه السلام) قال: قلت: وما مصحف فاطمة (عليه السلام) قال مصحف فيه مثل قر انكم هذا ثلاث مرات والله ما فيه من قرانكم حرف واحد

"sesungguhnya disisi kami terdapat Mushaf Fatimah a.s. Tahukah mereka apa Mushaf Fatimah itu? saya menjawab, 'Apakah Mushaf Fatimah a.s itu? 'Dia berkata, Didalamnya terdapat seperti al_Qur'an kalian ini sebanyak tiga kalinya. Demi ALLAH, Tidak ada di dalamnya satu hurufpun dari al-Qur'an kalian."

Syi'ah meyakini bahwa mushaf (al-Qur'an) yang asli itu akan dihadirkan kembali oleh Imam al-Mahdi (Imam yang ke-12) ketika beliau datang kelak. Inilah yang disebutkan dalam kitab mereka, al-Kaafii.
Al-Kulaini meriwayatkan:

عن سالم بن سلمة قال قرأ رجل على ابي عبد الله (عليه السلام) وأنا أستمع حروفا من القران ليس على ما يقرأها الناس فقال أبو عبد الله (عليه السلام): كف عن هذه القراءة اقرأ كما يقرأ الناس حتى يقوم القائم (عليه السلام) فاذا قام القائم (عليه السلام) قرأ كتاب الله عز وجل على حده وأخرج المصحف الذي كتبه علي (عليه السلام

"Dari Salim bin salamah bahwa ia berkata, Ada seseorang yang membaca dihadapa Abu 'Abdillah a.s, sementara aku mendengarkan huruf-huruf dari al-Qur'an tidak seperti yang dibaca orang-orang. Maka Abu 'Abdillah berkata, 'berhentilah dari bacaan seperti ini, bacalah seperti yang dibaca oleh orang-orang hingga datangnya al-Qaim (Imam a-Mahdi) a.s, maka apabila al-Qaim a.s telah muncul ia akan membaca kitabullah 'Azza-Wajalla sebagaimana mestinya dan akan mengeluarkan mushaf yang ditulis oleh 'Ali a.s."
Share:

Sabtu, 01 Juni 2013

Do'a Penyembuh

                                                         اسلام عليكم ورحمة الله وبركته


                                                  
    Sakit boleh jadi sebab terjadi kegelisahan dan kesedihan kepada kita, dapat menimbulkan kesusahan, kecemasan, bahkan ketakutan, dapat membuat hidup tidak aman. Namun dengan do'a akan dapat munculnya pintu kesejahteraan menjadikan diri terbebas dari penyakit, gangguan juga kepedihan yang kita alami.

    Dengan do'a (Ruqyah) insya ALLAH akan memberi kesembuhan kepada si sakit, Ibnu al-Hajj berkata di dalam kitab Al-Madkhal, "tidak bermasalah berubat melalui nasyrah (isim) dengan beberapa surah atau ayat al-Qur'an yang dituliskan di atas kertas, atau bekas yang bersih, lalu si sakit meminum airnya dan mendapat kesembuhan dengan izin ALLAH Ta'ala."

    Nasyrah juga boleh di lakukan untuk diri sendiri selain untuk orang lain yang seperti lazim kita lihat, seperti yang dilakukan oleh Syaikh Abu Muhammad bin Abl Jamrah r.a. Beliau melakukan nasyrah untuk dirinya sendiri, untuk anak-anaknya juga untuk teman-temannya.

    Al-Marwazi berkata, 'Berita tentang aku yang sedang menderita sakit demam sampai kepada abu 'Abdillah (Imam Ahmad), lalu beliau (Imam Ahmad) menulis ruq'ah untuk mengobati sakitku itu, pada ruq'ah itu beliau menuliskan:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ بِسْمِ اللهِ وَبِاللهِ مُحَمَّدٌرَّسُوْلُ اللهِ، (يَا نَارُكُوْنِيْ بَرْدًا وَّسَلَامًا عَلٰى اِبْرَاهِيْمَ)،(وَاَرَادُوْا بِهِ كَيْدًا فَجَعَلْنَا هُمُ اْلاَخْسَرِيْنَ)،اَللهُمَّ رَبِّ جَبْرَآئِيْلَ وَمِيْكَٓائِيْلَ وَاِسْرَافِيْلَ اِشْفِ صَاحِبَ هَذَا اْلكِتَابِ بِحَوْلِكَ وَقُوَّتِكَ وَجَبَرُوْتِكَ اِلٰهِ اْلحَقِّ اٰمِيْنَ.

Al-Mawarizi ketika bersama Abu Abdillah pernah mendengar bahwa, Abu al-Mundzir bin Amr bin Majma' menceritakan tentang Yunus bin Hibban yang berkata kepadanya, "Aku bertanya kepada Abu Ja'far Muhammad bin 'Ali tentang bagaimana jika aku menggantungkan Ruqyah perlindungan. Lalu Abu Ja'far menjelaskan, Silakan saja jika itu berasal dari kitab ALLAH, dan carilah kesembuhan dengannya sesuai kemampuanmu 
 Lalu al-Mawarizi bertanya, "Bolehkah aku menulis kalimat ini untuk demam yang sering berlaku setelah empat hari, yaitu: Bismillah wa billah.... sampai akhir?" Ia menjawab, "Silakan saja

Al-Khalal berkata, Abdullah bin Ahmad bercerita kepada kami, "Aku melihat ayahku menulis ruqyah perlindungan untuk orang yang takut dan untuk demam, serta ruqyah untuk bencana yang telah terjadi.  Ibnu Al-Hajj berkata, "adapun tiupan setelah ruqyah itu mustajab
Manfaat tiupan adalah untuk mencari berkah dengan kelembapan itu, atau dengan udara dan nafas yang langsung dari ruqyah dan zikir yang bagus, sebagaimana berkah itu dicari dari usapan dengan air zikir dan asma'ul husna yang ditulis. sebagai mana yang dikatakan oleh Al-Qadhi 'Iyahd
والله اعلم                                                                
Share:

Definition List

Unordered List

Support